berdasarkan
cerita para sesepuh dan monco kaki yang dapat dipercaya, asal usul Desa Winong sebagai berikut :
Asal mula Desa Winong ada sejak jaman dahulu, menurut
cerita Jaman belanda Winong adalah
Perkebunan serat goni dan Kopi, belum ada penghuni , pada saat ki Ageng Pandanarang
melakukan perjalanan ritual ke Tembayat Klaten, ada salah satu pengikut yang setia yaitu Ki Mendib Winong ( sekarang dimakamkan di komplek Makam Ki Ageng Pandanarang Tembayat Klaten ), beliau singgah dan beristirahat di wilayah
Perkebunan tersebut, sebagai tanda kesetiaan pengikutnya beliau memberikan wasiat
berpesan setelah jadi pemukiman besok akan dinamakan Padukuhan Ki Mendib Winong.atau yang sekarang dikenal dengan Padukuhan Winong. pada jaman penjajahan belanda dijadikan suatu kademangan yang dipimpin Ki Demang Suko Wijoyo dengan pusat pamarentahan di dukuh Gathak sampai keturunan ke dua yaitu Ki Demang Hadi Wijoyo dan Padukuhan Winong masuk reh rehan kademangan kalurahan Gathak. pada saat itu sebagian besar warganya bermata pencaharian sebagi buruh perkebunan kopi dan serat goni yang bekerja untuk belanda. Berhubung wilayah kademangan Winong terlalu luas maka oleh belanda dibagi menjadi 2 kalurahan yaitu kalurahan Blumbang dan kalurahan Winong, tidak terlalu lama setelah Belanda pergi dari Indonesia seiring berjalannya waktu masyarakat 2 kalurahan tersebut untuk dipisahkan, sampai akhirnya diadakan.
Rembug Deso pada tahun 1955, untuk penggabungan 2 kalurahan menjadi 1 dengan dengan nama kalurahan Winong dengan pusat pemerintahan di dukuh Sambirejo dengan pertimbangan pusat
pemerintahan supaya
berada di tengah-tengah wilayah desa Winong.
Kepala Desa Winong dari Masa ke Masa
Pertama
Kedua
Ketiga ( Pj )
Ke empat ( Pj )
Kelima
Ke enam
Ke tujuh
Ke delapan
Ke sembilan
Ke sepuluh
|
: Tjipto Tinoyo.
: Abdoel Moeis
: Temoe Marto.
: Yoso Sugito.
: Toekino. HS.
: Wiratmodjo.
: Toekino. HS.
: Tukirin.
: Sarono. S.KM
: Sarono. S.KM
|
( Periode 1955 s/d
1965 )
( Periode 1965 S/d
1967 )
( Periode 1967 S/d
1972 )
( Periode 1972 S/d
1982 )
( Periode 1982 S/d
1990 )
( Periode 1990 S/d
1998 )
( Periode 1998 S/d
2002 )
( Periode 2002 S/d
2007 )
( Periode 2007 S/d
2013 )
( Periode 2013 S/d 2019 )
|
Kondisi Geografis
Luas wilayah
Desa Winong adalah ± 540.716.5 Ha, sampai tahun 2015 luas lahan yang ada terbagi dalam beberapa peruntukan, seperti untuk
fasilitas umum seluas 15.100 Ha, , taman 269 Ha, permukiman seluas 71.298.5, pertanian seluas 26.900 Ha.
Batas wilayah Desa Winong adalah pada
v Sebelah Utara berbatasan dengan Ds. Penggung, Kiringan
v Sebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Banaran, Pulisen
v Sebelah Selatan berbatasan dengan Ds. Pusporenggo
v Sebelah Barat berbatasan dengan Ds. Jelok
kec. Cepogo.